Sesungguhnya setelah kesulitan akan ada kemudahan. Tetap Semangat!!. Berusaha dengan seoptimal mungkin. Tidak ada orang yang sukses dengan melakukan cara yang biasa. Lakukanlah hal yang luar biasa.

Senin, 04 November 2013

Amber Costa: Saya Harus Menjadi Muslim

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Amber Costa teringat ketika ia memutuskan memeluk Islam di Masjid Al-Azhar, Kairo. Itu merupakan puncak pencarian kebenaran yang dilakukan bertahun-tahun.

Sebagai seorang anak, Costa selalu percaya akan kebutuhan agama dan Tuhan. Namun, konsep Ketuhanan pada agama sebelumnya membingungkannya. "Saya tidak pernah paham bagaimana Tuhan bisa ada tiga. Bagaimana saya berdoa kepada tiga Tuhan itu. Lalu mengapa ada ratusan Alkitab yang berbeda," kata dia seperti dikutip onislam.net, Ahad (3/11).

Kebingungan ini membuat Costa, setiap kali pulang beribadah seolah hampa. Tidak ada yang ia dapat, dan bingung hendak melakukan apa guna menjadi Kristen yang baik. "Saya tidak tahu seperti apa kebaikan dan kepedulian itu. Tidak ada aplikasi praktis yang mendorong saya melakukannya," kata dia.

Pada akhirnya, Costa mencari cara agar berhubungan dengan satu Tuhan, dimana ia selalu berdoa kepadanya. Namun, tekanan keluarganya menghambatnya mencari kebenaran itu. Tapi Costa tak peduli, ia pun tak lagi menghadiri gereja kendati ia percaya Tuhan itu ada.

"Sampai akhirnya, saya memberikan kesempatan terakhir pada agama saya ini, tapi saya tidak mendapatkan apa yang saya butuhkan. Saya akhirnya meninggalkan agama saya, dan mencari kebenaran lain," kata dia.

Pencarian Costa pun dimulai ketika ia melakukan perjalanan ke Mesir. Negeri itu dengan tradisi Islamnya tak asing bagi Costa. Namun, belum banyak informasi yang ia dapat tentang Islam. Itu sebabnya, rasa antusias Costa begitu besar ketika membaca Alquran.

Satu kesan Costa terhadap Alquran adalah kitab ini tidak ditulis oleh manusia. "Ini jelas berbeda dengan alkitab yang tampak seperti kumpulan cerita yang ditulis seorang pria," kata dia.

Costa pun terkesan dengan fakta bahwa Alquran tidak pernah berubah ketika pertama kali diturunkan. Secara umum, ia telah menemukan apa yang dicarinya, sebuah agama dengan satu Tuhan. "Saya akhirnya tahu, apa yang saya lakukan yakni saya harus menjadi Muslim," kata dia.

Usai memutuskan menjadi Muslim, Costa bingung mengabarkan perubahannya ini kepada lingkungannya. Beruntung, ia mendapatkan dukungan moril dari saudara seiman. "Dukungannya luar biasa, ini dukungan yang terindah," kata dia.

"Saya berterima kasih kepada Allah, setiap hari saya seorang Muslim. Saya ingat tumbuh dari kebingungan tentang Tuhan dan agama . Saya akhirnya merasa puas dan bahagia setelah mengetahui kebenaran," ucapnya.

Sumber : Republika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

TAMPILAN :

Teman teman :