Sesungguhnya setelah kesulitan akan ada kemudahan. Tetap Semangat!!. Berusaha dengan seoptimal mungkin. Tidak ada orang yang sukses dengan melakukan cara yang biasa. Lakukanlah hal yang luar biasa.

Selasa, 16 Desember 2014

Proses pembuatan turbin angin Darrieus H rotor dan instalasinya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum Wr. Wb,,
Saya akan berbagi tentang proses pembuatan turbin angin sampai instalasinya. Silahkan disimak yaa...

Turbin angin yang dibuat merupakan turbin angin Darrieus H. Turbin ini digunakan sebagai penggerak aerator di tambak udang.  Prinsip kerja dari turbin ini adalah menggerakkan aerator dengan memanfaatkan energi angin yang diekstrak oleh sudu turbinnya. Saya menyadari peralatan ini masih belum sempurna. Namun, setidaknya bisa dijadikan bahan rujukan bagi kawan kawan yang sedang mendalami turbin angin. Langsung saja ke proses pembuatannya ya…


Turbin angin Darrieus H
Pemasangan turbin angin di kolam dengan turbin angin yang mengapung diatas kolam
Tim turbin angin. (kiri ke kanan) Wahyu Hamdani, Indro Pramono, RIjal Sitorus, Arrohim

Peralatan yang dibutuhkan:
1. Gerinda tangan
2. Mata gerinda potong kayu
3. Tang
4. Obeng
5. Gunting Seng
6. Pengukur
7. Bor listrik
8. Mata bor
9. Peralatan las
10. Alat Pelindung Diri
11. Spidol
12. Martil
13. Kunci ring
13. Peralatan lain yang dibutuhkan

Bahan yang dibutuhkan:
1. Besi L 40 x 40 mm
2. Plat besi 2 x 20 mm
3. Aluminium lembaran
4. Kayu
5. Sekrup
6. Elektroda las
7. Jerigen air
8. Aluminium 0,5 x 20 mm
9. Kayu(Pohon karet lebih bagus karena bobotnya yang ringan)

Proses Pengerjaan:

1. Print pola NACA 4415 yang telah dibuat. Lalu jiplak ke potongan kayu yang telah disiapkan. Setelah itu potong dengan gerinda tangan sesuai pola yang telah dijiplak. Setelah terbentuk, lubangi kayu tersebut sehingga bisa dilewati oleh sebatang pipa.


Pola Naca 4415 yang telah dibuat

Kayu yang telah dipersiapkan untuk dipotong

Penjiplakan profil NACA 4415 ke atas kayu


Proses pemotongan kayu hingga  terbentuk profil NACA 4415

Profil  NACA 4415 yang telah dibentukdan telah dilubangi dengan bor


2.  Kayu profil NACA 4415 yang telah dibentuk dirangkai menjadi 1 dengan menggunakan pipa melewati lubang lubang yang telah dibuat. Setelah itu, lembaran aluminium disekrupkan ke atas kayu.


Sebatang pipa besi dengan panjang 1,5 m  dimasukkan ke  profil NACA 4415

Lembaran aluminium disekrup ke atas profil NACA 4415 mengikuti pola kayunya.

Sudu turbin yang telah selesai. Sebuah lubang dibuat di tengah tengah sudu sebagai pegangan jari jari turbin

3. Setelah itu, persiapkan jari jari turbin yang terbuat dari batang aluminium. Pada kedua ujungnya telah dilapisi besi hollow agar bisa diikat dengan baut. Panjang masing masing rusuk pada alat ini sepanjang 75 cm. Setelah selesai, rangkai ketiga sudu turbin menjadi satu seperti yang dijelaskan dibawah ini.

Hub yang digunakan untuk menghubungkan ketiga sudu

Jari jari turbin yang akan digunakan. Kami menggunakan batang aluminium dengan dilapisi besi hollow di kedua ujungnya agar bisa diikat oleh baut dan mur

Proses pemasangan jari jari turbin ke sudu turbin. Kami menggunakan klem yang dibuat secara manual.


Sudu turbin yang telah siap dirangkai. Ada 3 buah sudu yang kami gunakan untuk alat ini.
4. Sambil mengerjakan sudu turbin, tim yang lain mengerjakan bagian pelampung dari peralatan ini. Ukuran dari pelampung ini adalah 1,5 m x 1,5 m dengan pelampung dari jerigen disetiap sudutnya. Poros turbin angin ini tingginya 1,8 m dan system transmisinya menggunakan roda gigi Kerucut(Bevel gear). Energi mekanik yang diekstraksi oleh sudu turbin angin disalurkan melalui roda gigi tsb untuk menggerakkan aerator.

Proses pengerjaan rangka bawah dari turbin angin


Rangka bawah yang telah terpasang dan diuji diatas kolam. Tampak salah seorang team kami, Wahyu “Rider” sedang berdiri diatas rangka tersebut dan tidak tenggelam

Sistem transmisi poros yang menggunakan roda gigi kerucut helix dengan perbandingan 2:1

Aerator yang telah selesai dibuat. Bilah sudunya terbuat dari acrylic

Aerator yang telah terpasang di kedua ujung poros bawah. Aerator ini terbuat dari acrylic dengan ketebalan 0,5 mm dan diberi lubang di seluruh bagian acrylic agar terjadi proses aerasi

Turbin angin yang telah selesai dibuat. Selanjutnya siap untuk dipasang.

4. Pemasangan turbin angin dilakukan di tambak udang.  Tambak udang ini terletak di daerah Belawan, Sumatera Utara.

Tim menyusuri jalanan di tengah pemukiman warga

Tim melewati jembatan “goyang”

Tim sedang dijamu makan siang oleh warga


Instalasi sudu turbin

Instalasi turbin angin(Kerangka bawah)

Pemasangan turbin di tambak udang

Turbin angin yang telah selesai dipasang

Tim siap untuk bergerak pulang setelah menunaikan tugas

Begitulah cara pembuatan turbin angin dari awal sampai selesai dipasang. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Amiiin!!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

TAMPILAN :

Teman teman :