Sesungguhnya setelah kesulitan akan ada kemudahan. Tetap Semangat!!. Berusaha dengan seoptimal mungkin. Tidak ada orang yang sukses dengan melakukan cara yang biasa. Lakukanlah hal yang luar biasa.

Jumat, 26 Desember 2014

Proses penaikan dan penurunan beban di PLTU

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum Wr. Wb,
Saya akan coba menjelaskan bagaimana proses penaikan dan penurunan beban di PLTU. Silahkan disimak ya...
PLTU

Sistem interkoneksi kelistrikan yang ada di pulau jawa memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan di luar pulau jawa.  Proses penaikan dan penurunan beban diatur oleh P3B. Pembangkit listrik yang ada di jawa dalam memproduksi listriknya sesuai dengan arahan P3B. Umumnya, beban tinggi terjadi pada pukul 08.00 - 17.00 yang merupakan jam industri dan pada jam 17.00 - 22.00 dimana pada rentang waktu ini masyarakat secara bersamaan menghidupkan peralatan listrik. 
Diluar jam tersebut, umumnya pembangkit yang ada tidak bekerja secara penuh yaitu 100% dari kapasitas yang ada. Namun, mereka harus siap bila harus menaikkan beban ketika terjadi kenaikan kebutuhan listrik atau menurunkan beban ketika kebutuhan listrik berkurang. 
Proses kenaikan beban ditandai dengan kenaikan produksi listrik yang harus disediakan oleh generator. Proses ini dimulai dengan penambahan jumlah pembakaran bahan bakar di ruang bakar, meningkatnya kebutuhan air demin, meningkatnya produksi uap yang disalurkan ke dalam turbin uap dan meningkatnya kemampuan kondenser dalam mengkondensasikan uap tersebut. 
khusus untuk proses penambahan uap yang masuk ke dalam turbin yang diatur jumlahnya oleh pembukaan Governor valve. Secara logika, bila semakin banyak uap yang masuk kedalam turbin maka putaran turbin akan bertambah yang akan mengakibatkan putaran generator yang meningkat. Bila hal ini terjadi, maka frekuensi listrik yang dihasilkan akan ikut berubah.  Namun, hal ini tidak terjadi pada generator yang digunakan pada semua pembangkit yang ada di Indonesia. Pembangkit dituntut untuk menghasilkan listrik dengan frekuensi 50 Hz(ini sesuai dengan spesifikasi peralatan listrik yang digunakan di Indonesia). Frekuensi tersebut didapatkan dengan putaran generator yang berada pada putaran 3000 rpm. Nah, putaran generator ini harus dipertahankan meskipun terjadi kenaikan atau penurunan beban. Disinilah fungsi exciter pada generator dalam mempertahankan putaran turbin dan generator. Untuk lebih lengkap tentang exciter, silahkan baca disini Cara kerja exciter di generator

Penambahan uap yang masuk kedalam turbin seketika akan menambah putaran turbin. Namun karena arus eksitasi yang besar yang dihasilkan oleh pilot exciter dan main exciter pada generator, menyebabkan timbulnya medan magnetik yang semakin besar pada rotor generator. Medan magnetik yang besar ini lah yang akan mengimbangi putaran turbin yang "membesar" akibat bertambahnya jumlah pasokan uap yang masuk kedalam turbin sehingga putaran turbin tetap dijaga pada angka 3000 rpm. 

Nah, begitulah proses penaikan dan penurunan beban di PLTU. Semoga membantu!!!


Baca juga yang ini ya....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

TAMPILAN :

Teman teman :